AWAS TBC Ekstra Paru Menyerang Tidak Pandang Bulu

- 17 Mei 2024, 17:06 WIB
Koordinator TBC Puskesmas Cigugur Tengah, Tenny  sedang memberikan penyuluhan pada acara Screaning TBC dan Sosialisasi tentang TBC kepada masyarakat RW 05 di Pos Yandu RW 05, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Jumat, 17 Mei 2024.
Koordinator TBC Puskesmas Cigugur Tengah, Tenny sedang memberikan penyuluhan pada acara Screaning TBC dan Sosialisasi tentang TBC kepada masyarakat RW 05 di Pos Yandu RW 05, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Jumat, 17 Mei 2024. /Portal Bandung Timur/ May Nurohman/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya, disebut TBC Ekstra Paru.

"Selama ini masyarakat awam mengenal TBS sebagai penyakit pernafasan atau penyakit paru-paru. Padalah ada penyakit TBC Ekstra Paru yang menyerang selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru," ujar Tenny D Hikmawati, A.Md.Kep, koordinator TBC Puskesmas Cigugur Tengah saat memberikan penyuluhan pada acara Screaning TBC dan Sosialisasi tentang TBC kepada masyarakat RW 05 di Pos Yandu RW 05, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, Jumat, 17 Mei 2024.

Disampaikan Tenny, TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, ataupun kaya.

Baca Juga: Ada 824 Orang Penderita TBC di Indonesia, Belum Diketahui Nama dan Alamatnya

"Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif atau laten seumur hidup. Hingga kemudian menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah," kata Tenny.

Gejala utama dari penyakit TBC menurut Tenny adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2 hingga 3 minggu atau lebih. Selain itu juga yang dapat disertai gejala-gejala lainnya seperti sesak napas dan nyeri pada dada dan batuk bercampur darah, badan lemah dan rasa kurang enak badan, kurang nafsu makan dan berat badan menurun dan berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan.

Baca Juga: Awas, Bahaya TBC Laten Mengintai

"Karenanya kegiatan hari ini maksud dan tujuan sosialisasi,  penyuluhan TBC dan  screaning untuk mencegah sakit TBC disekitar lingkungan pasien TBC. Karena sakit TBC paru menular lewat percikan ludah ,dahak, dan untuk mengetahui kita terkena tbc dengan mantau atau periksa dahak  atau juga rongent paru," terang  ujar Tenny.

Dikatakan Tenny, bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-pericakan dahak tersebut yang mengandung bakteri dan dapat melayang-layang di udara seingga terhirup oleh orang lain.

Penderita TB Paru dengan BTA Positif, dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC. Sebanyak 5 hingga 10 persen orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC.***

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah