Yasonna ; Keberagaman Bangsa Sebagai Keniscayaan

- 17 Oktober 2020, 20:24 WIB
MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly saat mendengarkan keterangan dari Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sufyan Syarif, sebelum meresmikan Alam Santosa Ekowisata dan Budaya sebagai Learning Center Desa Wisata Berbasis Budaya Nusantara Persahabatan Budaya Sunda-Nias, Sabtu 17 Oktober 2020.*** /Heriyanto Retno

PORTAL BANDUNG TIMUR.-

Perbedaan bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya di muka bumi ini adalah keberagaman sebagai sebuah bangsa menjadi keniscayaan. Sebagai learning center desa budaya berbasis budaya Alam Santosa Ekowisata dan Budaya harus mampu mengembangkan wawasan kebijakan lokal sebagai kontribusi pembangunan nilai budaya nasional.

Ditegaskan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly, menegaskan hal tersebut saat meresmikan Alam Santosa Ekowisata dan Budaya sebagai Learning Center Desa Wisata Berbasis Budaya Nusantara Persahabatan Budaya Sunda-Nias, Sabtu 17 Oktober 2020.

"Keberagaman bangsa kita sebagai sebuah negara  adalah keniscayaan,  alih-alih kita saling menonjolkan perbedaan yang ada,  justru sebaliknya lebih baik kita memandang perbedaan  sebagai kekayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa manapun dimuka bumi ini, dengan Bhinneka Tunggal Ika-nya, Berbeda Tetapi Satu," ujar Yasonna dalam sambutannya Alam Santosa Ekowisata dan Budaya, Jalan Pasir Impun Atas, Kampung Sekebalimbing, Ds. Cikadut, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung.

Kementerian Hukum dan HAM optimis dengan potensi kontribusi Jawa Barat di bidang Kekayaan Intelektual di masa depan. Pihaknya menghimbau semua pemangku kepentingan di Jawa Barat untuk meningkatkan kerjasama agar potensi kekayaan intelektual Jawa Barat dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan Yasonna, Alam Santosa Ekowisata dan Budaya sebagai Learning Center Desa Budaya berbasis budaya nusantara merupakan contoh perwujudan yang baik untuk mengembangkan wawasan kebijakan lokal sebagai kontribusi pembangunan nilai budaya nasional.

"Hal ini berkaitan erat dengan agenda pendayagunaaan potensi kekayaan intelektual daerah Jawa Barat yang memiliki potensi besar di bidang kekayaan intelektual, dimana  Jawa Barat sebagai salah satu pilar ekonomi penting Indonesia, berkontribusi besar di bidang kekayaan intelektual sebagai provinsi dengan kepemilikan merek dan indikasi geografis terbanyak di Indonesia, sehingga diharapkan para pemangku kepentingan berperan aktif meningkatkan prestasi tersebut." Ujar Yasonna.

Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu R. Ulum, Anggota DPR RI Komisi III sekaligus Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia Pusat (HIMNI Pusat) Marinus Gea, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Imam Suyudi, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sufyan Syarif, Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Nasser, Kepala Divisi Regional Jawa Barat-Banten Perum Perhutani Dicky Yuana Rady, Ketua DPD HIMNI Jawa Barat Yusman Ziliwu, serta jajaran pengurus Gerakan Hejo pimpinan Eka Santosa sebagai taun rumah. (heriyanto)***

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Pilkada Serentak Jawa Barat 50 Hari Lagi

19 Oktober 2020, 20:05 WIB

Motorcross Rusak Rumput Jayagiri?

18 Oktober 2020, 22:24 WIB

Banjir Bandang, Citepus Meluap

18 Oktober 2020, 17:01 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X