The Creativity of Mask Dance Tandai 54 Tahun Kiprah Indrawati Lukman Bersama Studio Tari Indrawati Lukman

- 1 Desember 2022, 07:47 WIB
The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’ menandai 54 tahun kiprah Sseniwati senior Indrawati Lukman bersama  Studio Tari Indrawati Lukman  di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat.
The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’ menandai 54 tahun kiprah Sseniwati senior Indrawati Lukman bersama Studio Tari Indrawati Lukman di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat. /Foto : Rochman/

POTAL BANDUNG TIMUR - Menandai kiprah selama 54 tahun penari senior Indrawati Lukman bersama Studio Tari Indrawati Lukman menggelar  The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’. Pegelaran yang dicukil dari cerita panji tentang kisah kasih asmara Raden Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji di gelar di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Rabu, 30 November 2022.

Pada pegelaran siang hari, gedung berkapasitas 700 kursi penonton benar-benar disesaki anak-anak sekolah maupun menikmat seni tari. Sementara pada malam hari pegelaran lebih berlangsung tertib hingga dapat dinikmati dengan nyaman. Ditangan sutradara Irwan Jamal,  The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’ menjadi suguhan yang sangat menarik. Apalagi dengan komposisi musik yang digarap dengan apik Rudi Rodex yang selama ini dikenal bertangan dingin dan acap membantu berbagai pegelaran di dalam maupun luar negeri.

“Pegelaran seperti inilah yang seharusnya disokong penuh oleh pemerintah daerah, apalagi dimasa pemulihan pasca pandemi yang begitu lama membuat berbagai kegiatan terhenti. Meskipun bukan dalam bentuk materil, minimal dalam bentuk moril dengan datang mengapresiasi agar kelak dalam mengambil kebijakan ataupun keputusan tahu kalau kegiatan seni budaya bukan hanya sekedar hura-hura, hiburan atau menghambur-hamburkan anggaran, tapi nilai dari karya seni serta seluruh bagian dari proses,” ujar Toto Amsar seorang pemerhati seni budaya yang dikenal karena menghidupkan kembali semangat berkesenian para maestro seni tari topeng di wilayah Pantai Utara Jawa Barat.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2022, Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS

Rangkaian tarian  The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’ merupakan hasil lima orang koreografer. Selain Indrawati C. Lukman sebagai pendiri Studio Tari Indrawati Lukman, juga koreografer muda Datam Ali Topan, Devi Supriatna, Nur Fitriani Padjriah dan Iman Faturrohman.

“Keberhasilan seorang seniman tari tidak hanya kiprahnya berkesenian menari dari panggung ke panggung. Tapi juga mampu mewariskan seni kepenariannya, apalagi ditunjang dengan memiliki sanggar. Sangat jarang seniman tari yang paripurna seperti Indrawati Lukman yang sejak belia langganan menjadi penari Istana hingga kini masih berkiprah,” tambah Toto Amsar.

The Creativity of Mask Dance ‘Tembang Asmara di Purnama’, diangkat dari satu bagian dalam lingkup cerita panji. Berkisah tentang kisah kasih cinta dan petualangan dua tokoh utamanya,  Raden Panji Inu Kertapati  seorang pangeran dari Kerajaan Jenggala, dan Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, seorang puteri dari Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar, Arab Saudi dan Meksiko Mengubur Asa di Stadion Lusail Iconic

Pangeran Panji Inu Kertapati jatuh cinta pada gadis desa bernama Dewi Anggraeni. Namun ayah Pangeran Panji, Prabu Lembu Amiluhur tidak setuju. Raden Panji memaksa, akhirnya Prabu Lembu Amiluhur murka, dibunuhlah Dewi Anggraeni saat dia sendiri. Pangeran Panji menemukan Anggraeni telah menjadi mayat, dalam duka, Raden Panji lalu membawa mayat Dewi Angraeni ke sungai untuk dibersihkan lukanya.

Sambil membersihkan mayat Anggraeni, Pangeran Panji meminta pada dewa untuk dipertemukan lagi dengan Dewi Anggraeni. Hanyutlah mayat Dewi Anggraeni hilang dari tangan Pangeran Panji, lalu atas kehendak Dewa, ruh nya menitis pada seorang putri kerajaan Kediri, yaitu Putri Candrakirana. Sementara itu Pangeran Panji diubah oleh Dewa menjadi petani miskin dan buruk rupa bernama Jaka Bluwo.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x