Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara Menghidupkan Warisan Nusantara dengan Teknologi Modern

- 11 Juni 2024, 18:30 WIB
Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang berlokasi di Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat,selalu ramai di kunjungi wisatawan.
Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang berlokasi di Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat,selalu ramai di kunjungi wisatawan. /Portal Bandung Timur/Farhah Siti Sarah/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara berdiri sebagai salah satu sumber pengetahuan dan kebudayaan. Terletak di Purwakarta, Jawa Barat, museum ini menyuguhkan cara baru dalam menikmati sejarah Indonesia melalui diorama aktif yang memadukan unsur fisik dan digital.

Dengan teknologi canggih dan desain yang mewah, pengunjung diajak untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan perjalanan panjang Nusantara dari masa ke masa.

Masuk ke dalam Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang berlokasi di Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, pengunjung langsung disambut diorama-diorama yang menggambarkan berbagai babak penting dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Padepokan Apun Pager Gunung dan Museum Ki Sunda, Lestarikan Titinggalan Kerajaan Galuh

Saat ditemui di sela-sela kunjungan, Kepala Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara, Ratna Sari, mengungkapkan, "Museum ini bukan sekadar tempat untuk menyimpan artefak, tetapi juga ruang belajar yang interaktif. Kami ingin setiap pengunjung merasakan dan memahami sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan," ujarnya.

Dengan semangat yang terpancar dari sorot matanya. "Setiap diorama di sini dirancang dengan sangat detail untuk memberikan pengalaman yang seolah-olah nyata," tambah Rata Sari tentang Museum Bale Panyawangan Diorama Nusantara.

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah diorama besar yang menggambarkan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dengan menggunakan teknologi AR, pengunjung dapat melihat dan mendengar pidato Soekarno secara langsung melalui aplikasi yang disediakan.

Baca Juga: Libur Lebaran 2024, KA Wisata Hingga Museum Ambarawa Dipadati Pemudik

Suara, cahaya, dan efek visual menambah kesan dramatis, membuat pengunjung seakan berada di tahun 1945, merasakan semangat perjuangan kemerdekaan. Tidak hanya menampilkan sejarah Proklamasi saja, museum ini juga memamerkan kebudayaan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Misalnya, diorama kehidupan suku Asmat yang menunjukkan cara mereka berburu dan membuat ukiran kayu khas. Ada juga diorama yang menggambarkan upacara adat Jawa, lengkap dengan kostum dan peralatan tradisional yang autentik.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah