Guyubnya Kampung Film Black Team

- 15 Oktober 2020, 20:05 WIB
KARYA film pendek Kampung Film Black Team.*** /Agus Safari

PORTAL BANDUNG TIMUR,-

KREATIFITAS anak muda Bandung tak ada matinya. Dari ujung wilayah Bandung Tengah menuju beririsan ke arah Bandung Timur, tepatnya di Jl. Cipamokolan Kolot, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40291 lahir kelompok anak-anak muda nyentrik, gila kreatifitas, punya mimpi, dan kelompok yang lahir dari keriuhan tawuran antar kampung. Itulah Kampung Film Black Team.

Kampung Film Black Team lahir lebih awal pada tahun 2012 mengangkat keberadaan kampungnya  dan sekaligus sebagai pelaku film. Komunitas ini menggunakan film sebagai pilihan untuk memberi pemahaman tentang sosial-budaya dan politik yang tumbuh-kembang dalam keseharian.

Berupaya untuk memberi tanpa menggurui. Salah satu pendiri Kampung Film Black Team; Gugum SA mempunyai sudut pandang dalam pilihannya kepada film sebagai daya ungkap edukasi pada masayarakat: Karya terbaik bukan dibuat oleh apa dan siapa, tapi dengan cara apa dan untuk apa karya itu diciptakan.

Baca Juga: Menganalisis Bebas Demi Hukum Dalam Kasus Investasi Memiles

Dalam perjalanan berkarya yang selalu melibatkan masyarakat di kampungnya maka tidak susah bagi mereka mencari para pemain untuk mendukung karya-karya filmnya, hingga pada tahun 2018 Kampung Film Black Team mendapat Original Rekor Indonesia Award dalam membuat film kolosal tercepat 9 jam dengan melibatkan 1500 orang serta menjadi pelaksana Festival Film Pendek dengan tema Citarum Harum dan berhasil mencapai target dengan 1000 (bahkan lebih) peserta.

Semangat gotong-royong untuk menghasilkan karya filmnya selalu menggunakan masyarakat disekitarnya sebagai pelaku dan pemain, padahal dulunya ke dua desa tersebut sering tawuran.

Maka Gugum SA berinisiatif untuk membuat mereka guyub dengan media film, akhirnya ke dua desa menjadi guyub, bahu membahu dalam membuat karya film-film untuk masyarakat desanya, Bandung dan negeri ini.

Baca Juga: Proses Pembuatan Aplikasi Yang Kita Gunakan Sehari-hari

Halaman:

Editor: Agus Safari


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Di Bandung Ada Wayang Cepak?

15 Oktober 2020, 22:44 WIB

Di antara Gaya dan Daya Hidup

15 Oktober 2020, 20:17 WIB

Kiprah Kampung Film Sekewood

15 Oktober 2020, 20:12 WIB

Guyubnya Kampung Film Black Team

15 Oktober 2020, 20:05 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X