Bijaklah Dalam Bersosial Media, Jangan Sampai Dosa Terus Menumpuk

- 19 Mei 2024, 08:07 WIB
Ilustrasi Neraka Hutamah. Neraka Hutamag ganjaran bagi mereka yang suka mengumpat dan mencela.
Ilustrasi Neraka Hutamah. Neraka Hutamag ganjaran bagi mereka yang suka mengumpat dan mencela. /Pixabay/Intographic/

PORTAL BANDUNG TIMUR – Peristiwa kecelakaan lalu lintas bus Trans Putera Fajar yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Kota Depok di Jalan Raya Ciater Kabupaten Subang Jawa Barat beberapa waktu lalu telah begitu menguras emosional masyarakat. Bukan hanya dari kalangan orang tua maupun kerabat serta guru siswa korban kecelakaan, tetapi juga masyarakat luas.

“Bahkan mereka yang tidak ada hubungan darah ataupun ikatan saudara ataupun pertemanan turut mengomentari kejadian melalui berbagai media sosial, baik Instagram, FaceBook, WhatsApp atau lainnya. Sayangnya, komentar yang disampaikan lebih banyak menyalahkan bahkan cencerung menghujat, mencela dan bahkan menfitnah, bukan komentar solutif yang membangun untuk perbaikan,” kata Ustad Didi Saefulloh seorang pemuka agama di Palasari Kecamatan Ciciru Kota Bandung dalam tausyiahnya.

Baca Juga: Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid dan Doa Qunut

Tanpa disadari menurut Ustad Didi Saefulloh, apa yang dilakukan oleh jari jemari melalui sarana handphone seseorang telah melakukan perbuatan dosa yang tidak terampuni. “Ya, tidak terampuni karena kita menghujat seseorang melalui status ataupun kometar kita di jejaring FB, Twitter atapun TikTok, pasti merasa sakit hati dan orang yang kita hujat tidak mengampuni karena kalaupun kita akan meminta ampun tidak akan pernah bertemu,” kata Ustad Didi Saefulloh.

Ustad Didi Saefulloh mengutip ayat dalam surah Al Hujurat,“Ya ayyuhalladzina amanujtanibu katsiram minadh-dhanni inna ba‘dladh-dhanni itsmuw wa la tajassasu wa la yaghtab ba‘dlukum ba‘dla, a yuhuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhihi maitan fa karihtumuh, wattaqullah, innallaha tawwabur Rahim”

Yang artinya, Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Baca Juga: Dirikan Sholat di Kedua Ujung Hari dan Pada Bagian Bagian Malam

“Sungguh peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu kerasnya kepada mereka yang melakukan perbuatan berprasangka, menggunjing, dan mencari kesalahan orang lain, menyamakan perbuatan tersebut dengan memakan dagin saudaranya yang sudah mati atau bangkai. Namun sepertinya peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimasa sekarang ini sudah sangat diabaikan dimana orang dengan mudahnya melakukan perbuatan-perbuatan berprasangka, menggunjung dan mencari kesalahan orang lain,” ujar Ustad Didi Saefulloh.

Ustad Didi Saefulloh juga mengutip ayat di surah Al Humazah, “Wailul likulli humazatil lumazah, yang artinya, celakalah setiap pengumpat lagi pencela. “Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperingatkan pada kita bahwa perbuatan mengumpat dan mencela dapat mencelakakan kita,” kata Ustad Didi Saefulloh.

Pada ayat lainnya, disebutkan Kalla layumbadzanna fi-huthamah. Wa ma adraka mal-huthamah. Narullahil-maqadah. Allati taththali‘u ‘alal-af'idah. Yang artinya, Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah? (Ia adalah) api (azab) Allah yang dinyalakan yang (membakar) naik sampai ke hati. Sesungguhnya dia (api itu) tertutup rapat (sebagai hukuman) atas mereka.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah