Jamaah Haji Lansia Diminta Perbanyak Minum dan Istirahat Agar tak Lupa Arah Jalan Pulang

- 21 Mei 2024, 09:54 WIB
Ilustrasi Ibadah Haji. Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M menekan BPIH 2024 sebesar Rp93,4 juta dari usul Kementerian Agama Rp105 juta.
Ilustrasi Ibadah Haji. Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M menekan BPIH 2024 sebesar Rp93,4 juta dari usul Kementerian Agama Rp105 juta. /Foto : Pixabay/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Salah satu persoalan yang terjadi pada jamaah haji lanjut usia (lansia) asal indonesia di tanah suci adalah lupa arah jalan pulang. Hal tersebut ditengarai sebagai adanya gejala dimensia yang kerap terjadi khususnya pada manusia usia lanjut atau 65 tahun ke atas.

Dari hasil temuan Tim Media Center Haji (MCH), mereka sering menjumpai dan mengantarkan jemaah haji lansia, dan disinyalir menderita gejala dimensia. Sebagaimana diketahui, dimensia merupakan salah satu kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang, yang umumnya terjadi pada lansia.

Dilansir dari laman resmi Kemenag RI, jumlah jemaah lansia pada musim haji tahun ini cukup banyak, yakni mencapai sekitar 45ribu orang. Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH, dr Leksmana Arry Chandra mengatakan, ada jemaah lansia yang mengalami kelupaan saat sedang menunaikan ibadah haji, baik lupa nama, keluarga, atau merasa dirinya masih berada di kampung halaman.

"Gangguan ini secara umum dipicu oleh dua hal, baik karena faktor sosial atau psikososial maupun faktor pribadi atau psikologis. Selain itu juga dipicu oleh faktor biologis," urai dokter yang sehari-hari bertugas di Daerah Kerja Madinah itu.

Karena itu, dr Leksmana Arry Chandra mengatakan, jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia.

Setelah pasien pulih, lanjutnya, tetap perlu pendampingan. Hal tersebut karena demensia sewaktu-waktu bisa muncul, terutama disebabkan kelelahan dan dehidrasi.

"Bagi jemaah lansia sangat disarankan untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kegiatan ibadah haji. Hal itu dapat memicu kelelahan ataupun terjadi dehidrasi akibat paparan cuaca panas di Arab Saudi," tambahnya.

dr Leksmana Arry Chandra menjelaskan, guna mencegah agar jemaah lansia tidak terkena demensia, perlu diwaspadi gejala dimensia. "Jangan sampai menimbulkan gejala disorientasi. Salah satu pencegahannya, kata dia, adalah dengan stimulasi kognitif dengan cara mengajak jemaah haji itu bercerita.

“Para pendamping jemaah diimbau untuk selalu mengajak mereka bersosialisasi, berdoa, zikir bersama, kemudian hindari yang bisa menyebabkan jemaah lansia menjadi lelah,” lanjutnya.

Dijelaskan, dimensia biasanya dipicu faktor genetik. "Mereka sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, kemudian kambuh lagi setibanya di Arab Saudi," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Syiffa Ryanti

Sumber: Kemenag


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah