Cuaca Terik di Makkah Al Mukaromah Makin Ekstrim, Jamaah Haji Diimbau Lakukan Ini

- 26 Mei 2024, 13:11 WIB
Ilustrasi suasana di Majidil Haram
Ilustrasi suasana di Majidil Haram /Kemenag RI

PORTAL BANDUNG TIMUR - Cuaca cukup ekstrim dilaporkan terjadi di Kota Makkah Al-Mukaromah. Dilaporkan, jika siang hari, suhu udara di Makkah bisa menembus 42 derajat celcius. Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman mengingatkan jemaah haji agar senantiasa selalu menjaga kesehatan diri setibanya di Makkah.

Dari laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama RI, Jemaah haji Indonesia mulai memadati kota Makkah Al-Mukaromah. Tercatat hingga Sabtu, 25 Mei 2024, sebanyak 52.482 jemaah haji Indonesia memasuki Makkah.

Khalilurrahman menjelaskan, saat ini kondisi cuaca di Kota Makkah cukup panas dibandingkan di Indonesia. Menurutnya, jemaah Indonesia masih memiliki masa tunggu yang cukup panjang hingga puncak haji.

"Cuaca di Makkah cukup ekstrim. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari. Jaga kesehatan hingga hari Arafah nanti. Karena haji adalah Arafah," pesan Kadaker Makkah Khalilurrahman, sebagaimana dilansir Portal Bandung Timur dari laman Kemenag RI.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jemaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah. "Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," kata Jamal saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Kedua, minum air yang cukup. "Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti," tutur Jamal.

Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung.

"Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari," pesan Jamal.

"Misalnya, jangan memaksakan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan," imbuhnya.***

 

Halaman:

Editor: Syiffa Ryanti

Sumber: Kemenag RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah