Masih Terapkan Solusi Instan, Garuda Indonesia Harus Berkomitmen Selesaikan Masalah Pelayanan Haji

- 26 Mei 2024, 17:41 WIB
Menejemen Garuda Indonesia di tuntut komitmen perbaiki pelayanan pemberangkatan haji.
Menejemen Garuda Indonesia di tuntut komitmen perbaiki pelayanan pemberangkatan haji. /kemenag.go.id/

PORTAL BANDUNG TIMUR – Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik,  Wibowo Prasetyo menilai pihak Garuda Indonesia masih sebatas menerapkan solusi instan dan parsial dalam menyelesaikan masalah keterlambatan penerbangan. Garuda Indonesia harus menunjukkan komitmennya mengurai masalah keterlambatan penerbangan yang semakin tidak menentu ini.

Disampaikan Stafsusmenag Wibowo Prasetyo, untuk menyelesaikan permasalahan penerbangan jemaah haji Indonesia, Garuda Indonesia harus menyiapkan mitigasi menyeluruh. “Saat ini pihak Garuda Indonesia masih sebatas menerapkan solusi instan dan parsial dalam menyelesaikan masalah keterlambatan penerbangan,” kata Wibowo Prasetyo Prasetyo usai rapat dengan pihak Garuda Indonesia di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Baca Juga: Cuaca Terik di Makkah Al Mukaromah Makin Ekstrim, Jamaah Haji Diimbau Lakukan Ini

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, Kepala UPT Asrama Haji Donohudan, serta Vice President Umrah, Hajj and Charter Business at Garuda Indonesia Ubay Ihsandi, ditegaskan Garuda Indonesia harus menunjukan komitmen menyelesaikan potensi persoalan yang muncul dalam proses penerbangan jemaah haji Indonesia.

“Garuda Indonesia harus menunjukkan komitmennya mengurai masalah keterlambatan penerbangan yang semakin tidak menentu ini. Butuh mitigasi komprehensif, bukan solusi parsial,” tegas Wibowo Prasetyo.

Dikatakan Wibowo Prasetyo, keterlambatan penerbangan jelas akan berdampak pada layanan kepada jemaah dan  Kementerian Agama juga yang mendapat protes dari jemaah. “Jadi masalah keterlambatan ini perlu segera diselesaikan secara permanen, kalau sekedar mengambil armada dari tempat atau embarkasi lain, mungkin bisa menyelesaikan pada satu titik, tapi membuka persoalan baru di embarkasi lain untuk pemberangkatan kloter jemaah yang lain,” ujar Wibowo Prasetyo.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dua Skema Pelaksanaan Haji Untuk Hindari Kepadatan

Dikatakan Wibowo Prasetyo, pendekatan penyelesaian Garuda Indonesia atas masalah keterlambatan penerbangan jemaah masih bersifat teknis dan tidak substantif. Hal ini bisa jadi karena Garuda Indonesia belum mempersiapkan mitigasi yang komprehensif.

“Sejak 12 Mei, awal penerbangan sekaligus awal muncul masalah, selalu saja alasannya perbaikan mesin, pengecekkan moda, dan lainnya. Sehingga, masalah terus berulang. Perlu ada terobosan agar penerbangan jemaah haji Indonesia ke depan sesuai jadwal,” tandasnya.

Rapat ini digelar seiring kembali terjadinya keterlambatan pemberangkatan jemaah akibat kerusakan mesin pesawat Garuda Indonesia. Masalah ini terjadi dalam pemberangkatan kloter 41 Embarkasi Solo (SOC-41) yang kemudian berdampak domina terhadap keterlambatan pemberangkatan SOC-42 dan SOC-43. Rentang keterlambatannya bahkan cukup lama, empat sampai tujuh belas jam.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno

Sumber: Kemenag.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah