Kawanan Monyet Turun ke Pemukiman Warga di Bandung Timur, Ini Penjelasan BMKG

- 30 November 2022, 17:05 WIB
Kawanan monyet yang masuk ke pemukiman warga di kawasan Bandung Timur bukan fenomena pertanda akan datangnya bencana alam.
Kawanan monyet yang masuk ke pemukiman warga di kawasan Bandung Timur bukan fenomena pertanda akan datangnya bencana alam. /Portal Bandung Timur/heriyanto/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Staf Observasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kota Bandung, Ajeng Marina Utamie menegaskan turunnya kawanan monyet ke pemukiman warga tidak ada kaitannya dengan fenomena dan juga bencana alam akan melanda Kota Bandung. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan akan selalu memberikan informasi terbaru agar penanganan bencana di Kota Bandung dapat dilakukan secara maksimal.

“Hingga hari ini, Rabu 30 November 2022, belum ada gerakan sesmik di Sesar Lembang yang berdampak pada potensi kebencanaan, khususnya di Kota Bandung. Jadi fenomena monyet turun ke kota belum bisa dikaitkan dengan potensi bencana yang ada di Kota Bandung,” jelas  Ajeng Marina Utamie di Balai Kota Bandung, Rabu 30 November 2022.

Disampaikan Ajeng Marina Utamie, turunnya kawanan monyet dalam beberapa pekan terakhir ke sejumlah pemukiman di wilayah Bandung Timur, sama sekali tidak ada kaitannya dengan fenomena dan juga bencana alam yang disebut-sebut akan melanda Kota Bandung. “Sama sekali belum ada gerakan sesmik di Sesar Lembang yang berdampak pada potensi kebencanaan, khususnya di Kota Bandung,” tegas Ajeng Marina Utamie.

Baca Juga: Polisi Pastikan Kondisi Terakhir di Lokasi Kebocoran Pipa PLTMH Cirompang Aman Terkendali

Dipastikan  Ajeng Marina Utamie, hingga saat ini tidak ada  aktivitas seismik di kawasan Sesar Lembang di perbukitan Bandung Utara yang diprediksikan menjadi habitat kawanan primata tersebut. Meski belum terlihat adanya pergerakan maupun aktivitas seismik, BMKG  terus melakukan pengawasan dan pemantauan selama 24 jam.

“Terakhir pergerakan tahun ini hanya sekedar gempa-gempa kecil dan BMKG akan terus melakukan pemantauan. Tahun (2022) ini belum ada pergerakan signifikan,” ujar Ajeng Marina Utamie.

Kepada wartawan menurut Ajeng Marina Utamie, hingga saat ini belum ada alarm atau pendeteksi khusus yang ditempatkan di Sesar Lembang. Sejauh ini, pendeteksi hanya ditempatkan di wilayah pesisir untuk mendeteksi terjadinya gempa yang berpotensi mendatangkan tsunami.

Baca Juga: Update Data Pengungsi Korban Gempabumi Cianjur, 108.720 jiwa berada di tenda pengungsian

Kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat serta Kota Cimahi menurut Ajeng Marina Utamie, termasuk wilayah yang memiliki potensi kebencanaan berskala sedang. Kawasan Bandung Raya memiliki potensi  gempa bumi sebesar 6 hingga 7 magnitudo.

“Potensi magnitudo maksimum untuk Kota dan Kabupaten Bandung ini termasuk yang tertinggi di Jawa Barat. Untuk skala MMI (Modified Mercalli Intensity) berkisar  6 hingga 7 dengan dampak kerusakan sedang,” tambah Ajeng Marina Utamie.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x