Metode Perhitungan Data Stunting Di Kota Bandung Bermasalah, Ema Sumarna Angkat Bicara

- 17 Januari 2024, 13:12 WIB
Ilustrasi pentingnya kolaborasi dan akurasi data untuk menurunkan angka stunting dan mencegah stunting baru
Ilustrasi pentingnya kolaborasi dan akurasi data untuk menurunkan angka stunting dan mencegah stunting baru /Antara/Umarul Faruq/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Sekretaris Daerah Kota Bandung Selaku Ketua TPPS Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan metode perhitungan data stunting di Kota Bandung masih bermasalah.

"Saat ini terjadi adanya margin yang cukup besar antara EPPGM dan hasil survey SSGI yang dilakukan oleh Kemenkes. Untuk itu penting adanya sinergitas untuk mengelaborasi terkait metode perhitungan data stunting agar intervensinya tepat sasaran," kata Ema, Rabu 17 Januari 2024.

Baca Juga: Wisata Jabar Berhasil Dongkrak Konsumsi Listrik Saat Libur Nataru

"Saya minta adanya sinergi mengenai masalah metode perhitungan data stunting. Kalau data salah jangan harap mengambil langkah benar. Data ini tolong oleh tim TPPS cermati dengan metode yang ada kenapa gap kita terlalu jauh," tegas Ema,

Selain itu, Ema juga menekankan adanya keterlibatan dari unsur kewilayahan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini penting, agar data terus update dari akar rumput.

Baca Juga: Pinjol Bodong Sering Berkamuflase, PRMN Tetap Menyebutnya Rentenir Online

"Peran Lurah, data up to date laporan dari masing masing lurah terhadap apa yang selama ini dilakukan kader posyandu yang dijadikan basis data kita untuk mengetahui progres bayi stunting," ungkapnya.

Ema juga menekankan terkait antisipasi stunting baru. Dengan 8 langkah konvergensi harus mampu menekan potensi stunting baru.

Baca Juga: ASN Pemkot Bandung Wajib Sukseskan Pemilu 2024, Tapi Jangan Ikut Ikutan Kampanye Akbar

Halaman:

Editor: Dharmasurya Denni


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah