Pertamina Tidak Menaikkan Harga Gas Elpiji 3 Kg, Ini Alasannya

- 28 Februari 2022, 21:33 WIB
Ilustrasi elpiji 3 kg di Kota Cimahi.
Ilustrasi elpiji 3 kg di Kota Cimahi. /Laksmi Sri Sundari/Galamedia/

PORTAL BANDUNG TIMUR - PT Pertamina (Persero) dan pemerintah melakukan penyesuaian harga untuk elpiji nonsubsidi, seperti Bright Gas yang porsi konsumsinya hanya 7 persen skala nasional. Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, kebijakan penyesuaian harga itu, telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar elpiji nonsubsidi dan berlaku mulai 27 Februari 2022.

Namun demikian, PT Pertamina (Persero) dan pemerintah tetap mempertahankan harga gas elpiji 3Kg, meski tren harga kontrak Aramco (CPA) telah menyentuh angka 775 dolar AS per metrik ton pada Februari 2022.

"Meski tren CPA terus meningkat, elpiji subsidi tiga kilogram tidak mengalami perubahan harga," ucap Irto di Jakarta, Senin 28 Februari 2022.

Baca Juga: Kasihan, Pedagang dan Pembeli Sama-sama Bingung Harga Daging Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

Dijelaskan, tren CPA itu telah mengalami peningkatan sebesar 21 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun lalu dampak dari kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dengan Ukraina.

Irto menjelaskan harga elpiji subsidi tiga kilogram tetap mengacu kepada harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Disebutkan, pertamina mencatat porsi konsumsi elpiji subsidi tiga kilogram sekitar 93 persen dari total konsumsi elpiji nasional. Produk elpiji ini dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu.

"Pemerintah turun andil memberikan subsidi sekitar Rp11.000 per kilogram, sehingga masyarakat dapat membeli elpiji subsidi tiga kilogram dengan harga yang terjangkau,"pungkasnya(syiffa ryanti)***

Editor: Agus Safari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah