Cecep Nurwendaya, Posisi Hilal Diprediksi Sudah Terlihat

- 9 April 2024, 19:20 WIB
 Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya sebutkan posisi Hilal sudah memenuhi kriteria.
Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya sebutkan posisi Hilal sudah memenuhi kriteria. /Kemenag/Rusydi Sani/

PORTAL BANDUNG TIMUR – Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya sebutkan posisi Hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS atau Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura sehingga diprediksi Hilal dapat dilihat. Data Rukyatul Hilal yang di lihat dari 127 titik akan menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat atau penetapan) 1 Syawal 1445 Hijriah yang di gelar di Kantor Kementerian Agama, Selasa 9 April 2024.

Disampaikan Cecep Nurwendaya, posisi hilal awal Syawal 1445 H di seluruh wilayah Indonesia berada di antara 4° 52‘ 43“ sampai dengan 7° 37‘ 50“, dan elongasi antara 8° 23‘ 41“ sampai 10° 12‘ 56“.

Berdasarkan data tersebut, maka menurut Cecep, posisi hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) sehingga diprediksi dapat dilihat. Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan posisi hilal jelang Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 H/2024 M di Gedung Kemenag Jl MH Thamrin Jakarta.

Baca Juga: TERTUTUP, Sidang ISBAT di Kementerian Agama Masih Berlangsung

“Dari data tersebut, hilal kemungkinan dapat dirukyat pada hari ini, karena tinggi hilal seluruh wilayah Indonesia sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat menurut kriteria MABIMS,” ungkap Cecep, Selasa (9/4/2024).

Hadir dalam seminar pemaparan posisi hilal, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua MUI Asrorun Ni'am Sholeh, para Staf Khusus Menag, para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menag, para pejabat eselon I dan II Kemenag, serta perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat.

 

Lebih lanjut Cecep Nurwendaya menjelaskan, negara-negara anggota MABIMS telah merumuskan kriteria baru visibilitas hilal, yaitu ketinggian hilal minimal 3° dengan sudut elongasi 6,4°. ,"Kriteria itu diputuskan pada 8 Desember 2021 dan telah diterapkan di Indonesia pada awal Ramadan 1443 H/2022 M," ungkap pakar astronomi tersebut.

Meski begitu, Cecep menjelaskan, sebelum menetapkan 1 Syawal, pemerintah perlu melihat hasil pengamatan langsung (rukyatul hilal) untuk mengonfirmasi hasil hisab.

 

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah