Harus Perang Tiket, Kalau mau ke Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al-Jabbar

- 30 September 2023, 21:01 WIB
Pengunjung Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar sedang mendapatkan keterangan dari petugas.
Pengunjung Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar sedang mendapatkan keterangan dari petugas. /Portal Bandung Timur/Teddiansyah Nata Negara/

PORTAL BANDUNG TIMUR – Masjid nan megah di Kota Bandung wilayah Masjid Raya Al Jabbar sejak diresmikan Jumat, 30 Desember 2022 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, hingga kini masih menyisakan permasalahan. Selain dipermasalahkan ketersediaan infrastruktur masjid yang berlokasi di Kelurahan Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, juga tingkahpolah para pengunjungnya yang dating berbondong-bondong setiap harinya, juga keberadaan pedagang, serta lalu lintas dan perparkiran.

Memang, Masjid Raya Al Jabbar tidak seperti masjid pada umumnya. Di sana terdapat sebuah galeri tentang Nabi besar kita Nabi Muhammad Shalallahu Allaihi Wassalam dan juga perjalanan penyebaran agama Islam di Nusantara hingga ke Jawa Barat. Untuk masuk kedalam Galeri Rasulullah itu ternyata tidak sembarangan, ada cara-cara khusus seperti kita mau perang tiket nonton konser musik atau nonton pertandingan sepak bola.

Baca Juga: Wagub Uu Ruzhanul Ulum, Pembangunan Masjid Al Jabbar Dapat Dipertanggungjawabkan

Calon mengunjung harus download dulu aplikasi Sapawarga dan pesan tiket disana. Memang mudah untuk downloadnya, tapi untuk mendapatkan tiket kita harus menunggu sampai jam duabelas malam. Karena kalau di siang hari itu hampir mustahil kita dapat tiket yang kita mau.

“Tiket selalu habis untuk setiap minggunya, jadi calon mengunjung kalau memesan tiket hari ini jam duabelas malam, itu untuk minggu depan. Kita harus booking tiket terlebih dulu sebelum masuk dan booking juga gak gampang, pasti rebutan juga. Telat 1 menit pasti kehabisan," terang Yudistira, petugas Galeri Rasulullah Masjid Raya Al-Jabbar.

Baca Juga: Ema, Boleh Saja Wisata Religi ke Masjid Raya Al Jabbar Tapi Jangan Botram Apalagi Nyapah

Seorang pengunjung Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar merasa harus bersusah payah untuk mendapatkan tiket.  “Saya pesen tiket jam duabelas malam, saya pantengin aja itu hp supaya gak kelewat tiketnya” ucap Herman, salah satu pengunjunng Galeri Rasulullah Masjid Raya Al-Jabbar.

“Waktu saya dapet tiket saya bersyukur banget, dan bener setelah 1 menit tiketnya langsung habis semua. Walau perjuangannya lumayan menantang, tapi semua terbayarkan karena di Galeri Rasulullah ini dikasih banyak hiburan dan tontonan yang keren” sambungnya.

Di Galeri Rasulullah Masjid Raya Al-Jabbar ini kita disuguhkan empat fase penyebaran Islam. Dimulai dari fase pra kenabian yang menceritakan bagaimana kondisi Jazirah Arab saat Nabi Muhammad dilahirkan. Lalu fase Mekkah yang menceritakan bagaimana situasi awal dakwah Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama islam.

Pengunjung Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar antusias mendengarkan keterangan dari petugas.
Pengunjung Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar antusias mendengarkan keterangan dari petugas.
Fase Madinah yang menceritakan kondisi dakwah setelah hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Hingga bagaimana Islam bisa tersebar ke Jawa Barat yang dimulai dari Cirebon hingga Banten.

Halaman:

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah