Harga BBM Subsidi Tidak Naik pada 1 September 2022, Begini Kata Presiden Joko Widodo

2 September 2022, 13:48 WIB
Presiden Joko Widodo soal rencana kenaikan harga BBM /Sekretariat Presiden

PORTAL BANDUNG TIMUR - Masyarakat pengguna BBM subsidi merasa terkena prank oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi pada 1 September 2022. SPBU di sejumlah wilayah dikabarkan dipadati antrian pengisi BBM Subsidi, bahkan hingga mengular hingga ke badan jalan raya. Namun hingga memasuki tanggal 1 September 2022, harga BBM Subsidi tak kunjung naik.

Melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers Terkait BLT BBM, Kepulauan Tanimbar, Jumat, 2 September 2022.

Ia menjelaskan, soal rencana kenaikan harga BBM masih dikalkulasi. Menurutnya, menyebut hitung-hitungan harga BBM bersubsidi baru akan disampaikan oleh menterinya pada, Jumat 2 September 2022.

Baca Juga: Pria Yang Mengamuk di Jalanan dan Melakukan Penusukan, Diduga Menderita Gangguan Jiwa

"Untuk (kenaikan harga) BBM-nya semuanya masih dikalkulasi, dan hari ini akan disampaikan kepada saya mengenai hitung-hitungan dan kalkulasinya," jelas presiden.

 

 

Sejumlah menteri sebelumnya telah mengkaji perhitungan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar. Bahkan beberapa waktu lalu, Jokowi menyebut memang penundaan kenaikan harga BBM karena masih proses hitung.

"BBM semuanya masih pada proses dihitung, dikalkulasi dengan hati-hati. Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian ya," ujarnya.

Baca Juga: Kominfo Bantah Miliki Data Pendaftar Kartu SIM Telepon yang Ditawarkan di Situs Forum Hacker

Sebelumnya dikabarkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan belum lama ini memastikan harga BBM akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Namun demikian, mengenai waktu pasti masih menunggu pengumuman langsung dari Presiden Joko Widodo.

Luhut mengatakan, kenaikan harga BBM sudah melalui tahap kajian dan penghitungan yang matang, untuk itu masyarakat diminta tenang dan menerima apapun yang telah menjadi kebijakan pemerintah.

"Kita sudah hitung dengan cermat dan tentu ada waktunya nanti akan di situ (harga BBM naik), tapi presiden memerintahkan kami untuk cermat supaya rakyat menerima nanti bantuan langsung tepat sasaran," pungkasnya.***

Editor: Syiffa Ryanti

Sumber: Sekretariat Presiden

Tags

Terkini

Terpopuler