Jejak Sejarah di Pantai Indah Lugina Pesisir Cianjur Selatan, Spot Foto Menawan

- 6 Agustus 2023, 21:16 WIB
Salah satu bungker peninggalan Kolonial Belanda di Pantai Lugina Cianjur Selatan Jawa Barat yang masih utuh menjadi spot foto wisatawan.
Salah satu bungker peninggalan Kolonial Belanda di Pantai Lugina Cianjur Selatan Jawa Barat yang masih utuh menjadi spot foto wisatawan. /Portal Bandung Timur/Alwan/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Menikmati keindahan Cianjur Selatan, belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Pantai Lugina di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Pantai yang eksotik, senyap dari hiruk-pikuk perkotaan, enak untuk dipakai healing.

Debur ombak, udara yang sejuk, bukit-bukit yang hijau menawan, sayang rasanya apabila tidak dijejaki. Apalagi, ada bangunan semasa kolonial Belanda memperlengkap spot foto pantai itu.

Menuju ke destinasi wisata Pantai Lugina hanya menelan waktu setengah jam perjalanan dari ruas jalan propinsi Agrabinta. Jalannya belum begitu bagus, tapi bisa dilalui dengan mudah. Kata pengelola di sana, harga tiket itu terjangkau.

Baca Juga: Goa Jepang Kampung Karamat Gunung Sadu Nasibnya Kini

Kata Pak Sarno, selaku warga setempat mengatakan bahwa harga tiket masuk ke Pantai Lugina hanya lima ribu rupiah.  “Harga tiket itu bisa untuk menikmati semua objek wisata, termasuk mengunjungi bunker peninggalan Belanda, yang merupakan saksi bisu kekejaman tentara kolonial,” terang Pak Sarno.

Bungker Belanda di pesisir pantai Cianjur Selatan adalah bagian dari warisan peninggalan kolonial Belanda yang sangat penting. Bungker ini digunakan sebagai tempat perlindungan dan pos pengawasan selama masa penjajahan, dan merupakan saksi bisu dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di daerah tersebut.

Meskipun beberapa bagian bungker telah mengalami kerusakan karena termakan  waktu, sebagian besar masih terjaga dengan baik. Struktur bangunan yang kokoh dan desain arsitektur yang khas, mengingatkan kita akan kehadiran Belanda di masa lalu, sementara pemandangan pantai yang indah menjadi latar belakang yang menakjubkan.

Bungker ini tidak hanya menarik perhatian para sejarawan dan pecinta sejarah, tetapi turut menarik minat  wisatawan yang ingin melihat secara langsung peninggalan bersejarah yang masih ada. Mereka dapat menjelajahi ruang gelap bungker, merasakan aura masa lalu yang menghantui, dan memperdalam pemahaman mereka tentang sejarah di daerah tersebut.

Baca Juga: Benarkah Abattoir Bandoeng di Kota Cimahi Masuk Bangunan Cagar Budaya yang Patut Diselamatkan

Pemerintah setempat dan komunitas lokal telah bekerja sama untuk melestarikan dan mempromosikan Bunker Belanda ini sebagai bagian dari warisan sejarah yang berharga. Walau upaya konservasi dan peningkatan aksesibilitas belum dilakukan dengan baik, tapi dapat dipastikan bahwa bunker ini akan selalu terjaga dan tetap dapat diakses oleh masyarakat maupun turis.

Keindahan pantai yang memukau serta keberadaan Bunker Belanda yang memikat, menawarkan pengalaman wisata yang unik bagi para pengunjung. Mereka dapat menikmati keindahan alam sambil merasakan aura sejarah yang kuat di setiap langkah mereka.

Pesisir Pantai Cianjur Selatan adalah destinasi wisata yang sempurna bagi mereka yang mencari kombinasi antara relaksasi pantai yang indah dan eksplorasi sejarah yang mendalam. Melalui kunjungan ke pantai yang menakjubkan dan penjelajahan Bunker Belanda yang menyimpan kisah sejarah, pengunjung dapat merasakan pesona yang tak terlupakan dari tempat ini.

Baca Juga: Kuburan Cina Cikadut, Tradisi dan Kepercayaan yang Tersembunyi

Keberadaan Bunker Belanda di Pesisir Pantai Lugina, Cianjur Selatan juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk memahami perjalanan sejarah dan pengaruh kolonialisasi Belanda di Indonesia. Bunker ini menjadi jendela untuk melihat masa lalu yang memungkinkan kita melihat bagaimana kehidupan dan perjuangan masyarakat setempat pada era penjajahan.

Selain menjadi objek wisata sejarah, Bunker Belanda juga menjadi titik fokus bagi pengembangan budaya dan edukasi di daerah tersebut. Pemerintah dan komunitas lokal pun dapat mengadakan acara-acara budaya, pameran sejarah, dan kegiatan belajar-mengajar yang berhubungan dengan warisan sejarah ini, sehingga memperkaya pengalaman wisatawan dan mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah lokal. (Alwan)***

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x