Sinopsis Film Dokumenter Ininnawa: An Island Calling, Perjuangan Perawat Di Pulau Terluar Indonesia

- 27 April 2024, 16:39 WIB
Ininnawa: An Island Calling, film dokumenter peraih piala citra FFI 2022 kini bisa ditonton di bioskop online
Ininnawa: An Island Calling, film dokumenter peraih piala citra FFI 2022 kini bisa ditonton di bioskop online /istimewa/

PORTAL BANDUNG TIMUR - Ininnawa: An Island Calling adalah sebuah film dokumenter panjang karya Arfan Sabran. Film ini menceritakan dua generasi pekerja kesehatan (ibu dan anak) yang mendedikasikan hidup mereka untuk melayani kesehatan masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Ininnawa: An Island Calling memenangkan penghargaan dan mendapatkan piala citra sebagai film dokumenter panjang terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2022.

Film ini tayang perdana di EIDF (EBS International Documentary Film Festival) di Korea Selatan pada bulan Agustus 2023 dan masuk seleksi di festival film CinefestOz, Australia pada September 2023 dan Dili International Film Festival di Timor Leste, selain itu juga telah diputar di saluran televisi di EBS Korea Selatan dan Al Jazeera Inggris dan Arab pada 2023.

Baca Juga: Like & Share Film Terpuji di Film Indonesia Festival Film Bandung 2023

Sebagai negara besar dengan 265 juta penduduk yang tersebar di 17.000 pulau, Indonesia mengalami tantangan berat dalam bidang kesehatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan. Jumlah perawat saat ini sudah besar, namun distribusi terbanyak masih di pulau Jawa dan kota-kota besar.

Film ini bercerita tentang Mimi, ia adalah seorang ibu dari dua anak yang sampai saat ini meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja di pulau-pulau yang harus ditempuh lebih dari 30 jam perjalanan laut dari Sulawesi Selatan.

Suaminya, Hasri, juga berpisah dari keluarga untuk mengejar panggilannya dan bekerja di pulau-pulau. Berkumpul bersama keluarga sangat jarang terjadi. Sebagai perawat yang telah bekerja selama puluhan tahun, ibu Mimi yang bernama Rabiah mulai pensiun. Ia menyerahkan tongkat estafet kepada putrinya.

Baca Juga: Rosyid E Abby, Film Indonesia Harus Miliki Identitas Cerminan Semangat Keindonesiaan

Rabiah kembali ke pulau untuk menjadi tenaga perawat “tidak resmi”. Tantangan Mimi, ketakutan dan kecemasannya, terungkap saat ia memulai pekerjaannya sebagai perawat di daerah terpencil.

Web Menonton Film Lokal Karya Anak Bangsa

Halaman:

Editor: Dharmasurya Denni


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah