MER-C Indonesia Akan Tetap Bertahan, Akan Lebih Banyak Kirim Relawan di Gaza Palestina

- 11 Oktober 2023, 20:36 WIB
Kendaraan medis milik MER-C di Gaza Palestina yang terkena roket yang ditujukan langsung pesawat tempur Israel ke kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza.
Kendaraan medis milik MER-C di Gaza Palestina yang terkena roket yang ditujukan langsung pesawat tempur Israel ke kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza. /Dokumen MER-C/

PORTAL BANDUNG TIMUR – Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C akan tetap bertahan memberikan pelayanan medis meski sebagian bangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina mengalami kerusakan. Petugas medis MER-C akan bertahan  di lapangan dan bersiap mengirim lebih banyak sukarelawan untuk membantu.

“(Mereka) akan tetap berada di Gaza untuk memberikan bantuan darurat di saat genting ini. Mereka bukan hanya relawan MER-C saja, tapi juga perwakilan rakyat Indonesia di Palestina untuk memberikan bantuan jika dibutuhkan oleh warga Palestina,” ujar Ketia Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, dalam keterangan persnya, sebagaimana dikutip dari sits resmi mer-c.org, Rabu 11 Oktober 2023.

Didampingi Henry Hidayatullah dan Ir. Faried Thalib dari Presidium MER-C, dikatakan Sarbini Abdul Murad, relawan Indonesia di Jalur Gaza akan tetap bertugas untuk memberikan dukungan medis darurat disaat serangan udara Israel terus menggempur wilayah Palestina yang berpenduduk padat. “Tujuan utama tim ini adalah menyampaikan dukungan masyarakat Indonesia melalui bantuan medis dan kemanusiaan,” kata Sarbini Abdul Murad.

Baca Juga: Fadli Zon, Negara Negara Harus Netral Sikapi Konplik Palestina Israel

Disampaikan Sarbini Abdul Murad, Rumah Sakit Indonesia yang terletak tepat di luar kamp pengungsi Jabalia di Gaza, didirikan MER-C pada tahun 2015 dengan menggunakan sumbangan dari warga negara Indonesia, sejak Senin 9 Oktober 2023 mulai dipenuhi. “Sudah melebihi kapasitas dan bahkan kamar mayatnya tidak memiliki ruang untuk menangani jenazah korban serangan udara baru karena, lonjakan korban akibat serangan Israel,” kata Sarbini Abdul Murad.

Disampaikan Sarbini Abdul Murad, penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, Sabtu, 7 Oktober 2023,  semakin menguatkan bahwa perang Israel - Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel. Dalam serangan ini sebagian gedung RS Indonesia mengalami kerusakan.

“Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan,” kata Sarbini Abdul Murad.

Baca Juga: Alasan Hamas Lakukan Operation Al Aqsa Storm ke Israel

Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam. “Kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya,” tambah Sarbini Abdul Murad.

Ditegaskan Sarbini Abdul Murad, MER-C Indonesia sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis. MER-C  mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia Internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung.***

Editor: Heriyanto Retno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x